![]() |
| Presiden Direktur PT.GMM Kamajaya (tengah) menyampaikan komitmen PG.Blora yang tetap mengutamakan penyerapan tebu petani Blora di musim giling 2015 ini. |
Di depan Bupati
Blora, Presiden Direktur PT.GMM Kamajaya menyampaikan bahwa PG.Blora tetap pada
komitmen awal untuk menyerap semua tebu hasil petani Blora. “Tahun 2015 ini
kami pastikan semua tebu petani Blora akan terserap di pabrik. Sebelumnya pada
2014 memang ada kendala pada boiler mesin yang bermasalah sehingga pabrik tidak
bisa menyerap tebu petani secara maksimal. Namun kini alat sudah selesai
dibenahi dan siap giling,” bebernya.
“Sosialisasi ini
diselenggarakan juga terkait tingginya permintaan giling tebu dari petani luar
Kabupaten Blora. Jadi saya tegaskan bahwa kita prioritasnya menghabiskan tebu
yang ada di Kabupaten Blora dahulu dengan target giling minimum 500 truk
perhari yang berkapasitas 6,5 hingga 7 ton per truk. Insya Allah jika bisa 700
truk per hari maka kita bisa giling 4000 ton tebu per hari,” tambahnya.
Mendengar
penjelasan Kamajaya, Bupati Djoko Nugroho mengungkapkan perasaan bahagianya
karena dari paparan yang diberikan oleh PT. GMM disebutkan bahwa GMM akan
menampung seluruh tebu milik petani Blora. Hal ini tentu akan membawa dampak
positif bagi kesejahteraan masyarakat Blora, khususnya petani tebu.
Djoko Nugroho
juga menyampaikan klarifikasinya atas kabar yang menyebutkan bahwa pencemaran
air yang terjadi pada Waduk Bentolo di sekitar lokasi pabrik itu bukan
disebabkan oleh keberadaan Pabrik Gula Blora. Djoko Nugroho meminta agar isu
ini tidak dijadikan sebagai komoditas politik. Masyarakat dan Pemerintah harus
bersatu padu memajukan Kabupaten Blora melalui pembangunan.
Menyinggung
mengenai jalan yang bisa rusak karena dilalui truk-truk tebu, Djoko Nugroho
melarang mengangkut tebu dengan menggunakan truk fuso. “Saya melarang
pengangkutan tebu dengan menggunakan truk fuso. Saya larang. Karena resiko
kerusakan jalan jadi semakin besar dan hal ini tentu akan membawa dampak
negatif bagi pengguna jalan yang lain” tegasnya.
![]() |
| Bupati Blora dan rombongan meninjau tempat giling tebu di lokasi pabrik. |
“Saya ingatkan
kepada APTRI dan KPTR bahwa pabrik gula ini untuk kesejahteraan kita semua.
Bukan untuk kelompok atau golongan. Insya Allah bila semua tebu Blora terserap,
maka IPM Kabupaten Blora dari peringkat 33 pada tahun 2010, kemudian naik ke
peringkat 28 pada tahun 2013 yang lalu akan dapat meningkat lagi. Karena sebab
itulah Pabrik Gula Blora didirikan,” ujarnya.
Hadir dalam
sosialisasi tersebut Samgautama Karnajaya Kepala Bappeda Blora, Maskur Kepala
Disperindagkop dan UMKM Blora dan Reni Miharti Kepala Dintanbunakikan Blora. Setelah
mengikuti sosialisasi, Bupati dan rombongan menyempatkan diri untuk berkeliling
melihat kesiapan mesin-mesin pabrik menghadapi musim giling 2015.
Untuk diketahui, pembangunan
Pabrik Gula Blora ini merupakan pabrik gula yang pertama dibangun di Pulau Jawa
sejak tahun 1984. Dengan diadakannya sosialisasi ini, Kamajaya mengungkapkan
betapa Bupati Blora sangat mendukung berdirinya pabrik gula ini untuk menyokong
ekselerasi pembangunan di Kabupaten Blora. (Jo-infoblora)



3 komentar:
Tak delok janjimu.nak mbenjani janji disegel petani tebu bloro
Prettt .... tahun kemaren saja petani disia - sia kan Cuma untuk PENCITRAAN para kampret .... kesana kemari bingung cari pembuangan tebu
Mau SULAP an? dalam 1/2 tahun :
-bisa GILING 4000 Ton / hari?
-bisa nyerap semua komoditas tebu Blora?
Infrastruktur Gilingan saja sengaja DIBUAT untuk menyulitkan PETANI dan SOPIR .... namanya kerusakan Boiler di pabrik lain paling LAMA SEKALI 2 minggu pasti beres ... MAsak sampai 1 musim panen tidak selesai2 .... jelas saja Kalau TIDAK DISENGAJA ... berarti memang RENCANA BESAR nya mungkin memang tidak Menggiling Gula TANI tapi Gula RAFINASI
Sompret
Posting Komentar