![]() |
| Tim BLH Blora mengecek lapangan di PT.GMM dan lingkungan Waduk Bentolo yang diduga airnya tercemar limbah pabrik gula. |
BLORA. Badan
Lingkungan Hidup Blora kemarin mendatangi PT Gendhis Multi Manis (GMM).
Tujuannya untuk memantau dampak lingkungan atas berdirinya pabrik gula
ini.
BLH yang menurunkan Tim Pemantauan
Lingkungan Hidup dengan tujuan melakukan pemantuan terhadap pelaksanaan Rencana
Pengelolaan Lingkungan-Rencana Pemantauan Lingkungan (RKL-RPL) dan Upaya
Pengelolaan Lingkungan-Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL) di PG Blora.
Dalam kegiatan ini diikuti oleh
Kepala Bidang Pengendalian Dampak Lingkungan (Kabid Pendal) BLH Blora Tedi
Rindaryo beserta tim terkait, dan diterima langsung oleh General Manager PT GMM
Eddi Winoto didampingi oleh manajemen.
Dari kesimpulan hasil pemantauan
lapangan salah satunya membahas mengenai pengelolaan lingkungan hidup kegiatan
operasional PG. Blora sudah dilaksanakan sesuai dengan komitmen RKL yang sudah
ada.
Pembuatan IPAL (Instalasi
Pengolahan Air Limbah) untuk pengolahan sisa air produksi yang sudah dalam
proses penyelesaian dengan target paling lambat akhir bulan November 2014.
Untuk efisiensi penggunaan air proses produksi diberlakukan resirkulasi
tertutup dan kedap air.
”Kualitas Air Waduk Bentolo Dalam
Kondisi Baik Dari hasil survei langsung dari Tim Pemantauan Lingkungan Hidup
BLH Blora juga menjelaskan kondisi kualitas air waduk Bentolo secara visual
dalam kondisi baik, tidak berbau, tidak berasa dan tidak berwarna,” kata Tedi.
Tim BBWS Pemali Juwana juga ikut
mengecek Waduk Bentolo. Tim Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana
terdiri dari Panca Hermawan, Mujari, dan Hetomo yang merupakan instansi
berwenang dalam waduk Bentolo melakukan monitoring dan evaluasi waduk Bentolo
dengan didampingi oleh Perekonomian Setda Blora Ika Wulan Prafitri, Direktur
PDAM Blora Eko Budi Risetiyawan, perwakilan warga desa setempat Lasidin serta
manajemen PT. GMM oleh Humas Wahyu Agus Siswoyo.
”Setelah melihat langsung kondisi
waduk Bentolo terkini sudah menunjukkan kualitas air yang baik, tidak berbau
dan tidak berwarna. Kami berharap PG Blora selalu melakukan optimalisasi proses
pengolahan air sisa produksi di pabrik supaya nantinya tidak menganggu
lingkungan sekitarnya.” lanjut Tedi.
Sementara pihak PT GMM sudah
berusaha agar kegiatan produksi tidak mengganggu lingkungan sekitar. ”Dengan
sudah dibuatnya IPAL dan waduk pengolahan air oleh PG Blora yang dibuat dengan
lapisan cor dan teknologi geo membran serta sirkulasi sistem tertutup bisa
menjadi solusi pengelolaan air sisa produksi di dalam pabrik yang ramah
lingkungan,” kata Wahyu. (eko-Jppn | rs-infoblora)


0 komentar:
Posting Komentar