Home » , , » Gara-gara Ikut Demo ke Pertamina EP Cepu, Buruh Migas Dapat Intimidasi

Gara-gara Ikut Demo ke Pertamina EP Cepu, Buruh Migas Dapat Intimidasi

infoblora.id on 20 Sep 2014 | 05.30

Buruh pekerja migas menggelar aksi demo di depan Kantor Pertamina EP Cepu, Kabupaten Blora.
BLORA. Sejumlah buruh pekerja migas dibawah naungan kerja sama operasi (KSO) Pertamina, PT Geo Cepu Indonesia (GCI), mengaku telah mendapatkan intimidasi dari pihak manajemen. Intimidasi itu mereka terima lantaran telah mengikuti demo, Kamis (18/9/2014) lalu, di depan Kantor Pertamina EP Asset 4 Field Cepu.

Hal itu dibenarkan Ketua Konfedarasi Aliansi Buruh Indonesia (KASBI) Cepu, Kabupaten Blora, Agung Pujo Susilo. Ia mengatakan, ada dua intimidasi yang diterima para buruh yakni berupa send massage service (SMS) dan surat. Isinya ancamannya adalah pemotongan upah dan pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Intimidasi muncul saat teman-teman memulai aksi demo,” kata Pujo, Jum'at (19/9) kemarin.

Dia menduga, intimidasi itu berasal dari pihak manajemen GCI. Pasalnya, sebagian besar peserta demo merupakan tenaga kontrak dari perusahaan pemegang kontrak KSO dengan Pertamina tersebut. Dugaan ini diperkuat dengan adanya surat dengan Kop PT. GCI.

Pujo mengaku telah melakukan klarifikasi kepada perusahaan bersangkutan atas isi surat tersebut. Selain itu, pihaknya juga sudah meminta agar pihak manejemen mengambil sikap dan tindakan tegas terhadap oknum yang telah mengeluarkan intimidasi mengatasnamakan PT. GCI.

“Suratnya ada pada kami untuk tanda bukti,” tambah Pujo yang juga ketua Serikat Pekerja Kontrak Pertamina (SPKP) Cepu.

Head Operation Support PT. Geo Cepu Indonesia, Hery Mutiara membenarkan telah melakukan pertemuan dengan perwakilan serikat buruh kemarin. Namun, Ia membantah telah melakukan intimidasi.

“Sudah ketemu dengan perwakilan SPKP. Tidak ada intimidasi dari manejemen KSO,” katanya melalui pesan singkat.

Hery juga enggan memberikan pernyataan terkait tanggapan dan sikap pihak manajemen PT. GCI terhadap buruh yang terlibat aksi demo. “Kami sudah bicara dengan SPKP, Mas,” imbuh Hery.

Diberitakan sebelumnya, sekitar 200 buruh yang tergabung dalam KASBI Kabupaten Blora menggelar unjuk rasa di depan Kantor Pertamina EP Asset 4 di Kecamatan Cepu. Mereka menolak Surat Keputusan General Manajer (SK GM) Pertamina EP Nomor 002 Tahun 2014 tentang sistem kerja kontrak baru dan kerja sama operasi (KSO) yang dinilai telah menghilangkan hak-hak normatif buruh. Selain itu juga menolak keberadaan PT GCI dalam mengelola sumur minyak tua. (ams-suarabanyuurip | Jo-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Copyright © 2013. infoblora.id - All Rights Reserved