Home » , » Kendaraan Proyek Double Track Merusak Jalan di Randublatung

Kendaraan Proyek Double Track Merusak Jalan di Randublatung

infoblora.id on 12 Mar 2014 | 02.00

Jalan di tikungan Kedung Jaran, Randublatung rusak dan berlumpur akibat banyaknya lalu lalang truk pengangkut material pembangunan proyek double track. (ali-infoblora)
BLORA. Kerusakan jalan akibat aktivitas pengurugan lokasi proyek pembangunan double track atau rel ganda PT Kereta Api Indonesia (KAI) tidak hanya terjadi di Kecamatan Cepu, ternyata juga menimpa wilayah Kecamatan Randublatung. Di Randublatung kondisi tanah berlubang dan berlumpur sering mengganggu pengguna kendaraan.

Kerusakan jalan mulai terjadi di beberapa jalur menuju lokasi penggurugan yang ada di Kelurahan Wulung dan Dukuh Bacek, Desa Kadengan, Randublatung. Seorang warga Randublatung, Ahmad Syafi'i, mengungkapkan, dari arah barat dari SD Wulung hingga gapura masuk jalan raya kondisi jalan rusak. “Di lokasi ini kontraktor berjanji akan memperbaiki, ya berharap nanti kontraktor tidak lari dari tanggung jawabnya setelah proses pengurugan ini selesai," katanya, Selasa (11/3/2014) kemarin.

Selain itu dari arah timur menuju Kedung Jaran kondisi jalan berlubang, dan bergelombang. Apalagi kalau turun hujan kondisinya sangat parah berlumpur. Ibaratnya jalan itu menjadi parah. Titik lokasi terparah berada di tikungan ke arah pertigaan Kedung Jaran. Di lokasi ini lubang jalan memakan semua badan jalan sehingga menimbulkan kubangan besar.

“Kondisi air bercampur tanah menjadikannya jalan seperti adonan jenang, sehingga pengguna jalan harus ektra hati-hati," tandasnya.

Terlebih beberapa warga yang bertanya kepada beberapa sopir dump truk pengangkut tanah urugan mendapat jawaban yang kurang simpatik. Mereka menyatakan, soal kerusakan jalan jalan tidak masalah, karena proyek negara.

"Yang bikin kesal dengan enaknya sopir dump truck bilang kalau kemacetan dan kerusakan jalan itu bukan masalah. Dikarenakan ini juga proyek negara," katanya dengan nada kesal.

Kemacetan terlihat di pertigaan Wulung, Kecamatan Randublatung, laju kendaraan padat merayap. Bahkan antrean ratusan kendaraan roda empat juga mengular hingga sepanjang 1 kilometer dari tiga arah. Padatnya lalu lalang kendaraan pengangkut material urugan mengakibatkan kerusakan jalan di beberapa titik. (rs-infoblora | ali)
Share this article :

0 komentar:

 
Copyright © 2013. infoblora.id - All Rights Reserved