Home » , » Tradisi Lamporan Kelurahan Kunden Berjalan Meriah, Wujud Pelestarian Kearifan Lokal di Kabupaten Blora

Tradisi Lamporan Kelurahan Kunden Berjalan Meriah, Wujud Pelestarian Kearifan Lokal di Kabupaten Blora

infoblora.id on 8 Nov 2013 | 10.36

Seni Barongan Blora dari Paguyuban Barongan Kumara Seto ikut memeriahkan tradisi lamporan di Kelurahan Kunden semalam (foto : rs-infoblora )
BLORA. Setiap desa dan kelurahan punya cara dan ritual tersendiri agar wilayah dan masyarakatnya terhindar dari bencana. Demikian juga masyarakat Kelurahan Kunden Kecamatan Kota Blora. Agar desa dan masyarakatnya terhindar dari malapetaka, ratusan warga dari kalangan petani, peternak, dan yang lain menggelar tradisi lamporan Kamis (7/11) kemarin malam.
Lamporan diawali dengan acara ritual pemberangkatan dari Balai Kelurahan Kunden, usai shalat isya. Kemudian dilanjutkan dengan pawai menyusuri jalan utama yang masuk wilayah Kelurahan Kunden menggunakan obor dan pecut atau cemiti.

Jumlah obor dan pecut yang dibawa dalam pawai ini ditentukan, masing-masing 40 buah. Jumlah ini didasarkan pada proses kelahiran manusia yang diawali segumpal darah di 40 hari pertama, segumpal daging di 40 hari berikutnya, dan dimasukkan roh ke dalam segumpal daging tersebut tepat 40 hari berikutnya.

Puluhan pemuda berjalan membawa obor tradisi lamporan
Obor itu merupakan lambang cahaya petunjuk ke arah kehidupan yang lebih baik. Sementara pecut sebagai pengendali langkah ke arah yang benar.

Di sepanjang jalan yang dilalui, peserta pawai membunyikan pecut sembari mengucapkan kalimat permohonan ampun pada Sang Pencipta atas dosa dan kesalahan yang mereka perbuat. Bunyi pecut yang saling bersahutan mengundang warga ke luar rumah untuk menyaksikan pawai ini.

Pawai semakin meriah dengan keikutsertaan Paguyuban Seni Barongan Blora yang ada  kelurahan ini yaitu Seni Barongan Kumara Seto yang merupakan kelompok barongan baru yang ada di Kelurahan Kunden selain Risang Guntur Seto dan Sekar Joyo.

Warga terlihat antusias menonton pawai, meski udara malam terasa dingin. Kemeriahan makin terasa ketika rombongan rehat sejenak di lapangan Perumda Blora yang berada di sebelah barat lapangan golf dan ketikan rehat di halaman rumah salah satu tokoh masyarakat Blora, Drs Yudhi Sancoyo MM.

Di kedua tempat ini, ratusan warga berjubel untuk menyaksikan atraksi barongan. Setelah beberapa lama melakukan atraksi, rombongan melanjutkan perjalanan ke sekitar alun-alun dan pendapa rumah dinas bupati, sebelum akhirnya kembali ke Balai Kelurahan Kunden. Kegiatan lamporan ini diakhiri dengan selamatan dan makan bersama seluruh warga di balai kelurahan.

Turun-temurun
Pudiyatmo, salah satu tokoh masyarakat Kelurahan Kunden mengungkapkan, lamporan merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Kelurahan Kunden. Menurut dia, lamporan adalah kegiatan ritual untuk menolak bala, membersihkan sengkala serta untuk keselamatan dan kemakmuran seluruh warga Kelurahan Kunden.

"Melalui tradisi lamporan, kami berharap hasil panen melimpah, hewan ternak sehat, dan keselamatan serta kemakmuran warga tercapai," ujarnya.

Meski demikian, tanpa disertai kerja keras, mustahil kesejahteraan dan kemakmuran tercapai. Karena itu, dia berharap kegiatan lamporan bisa dijadikan momentum untuk memulai hidup yang lebih baik dengan usaha, sabar, dan tawakal.

Dia juga berpendapat tradisi lamporan perlu tetap dilestarikan. Sebab melalui lamporan, kebersamaan, gotong royong serta persatuan dan kesatuan antarwarga terjaga dengan baik. Dia mengatakan, dengan inovasi yang dilakukan, bukan tidak mungkin tradisi lamporan bisa menjadi objek wisata budaya bernilai seni tinggi.

Karena itu, dia meminta dukungan semua pihak agar maksud itu bisa tercapai. "Kami berharap dari tahun ke tahun tradisi tetap dilestarikan sehingga bisa menjadi salah satu objek wisata budaya unggulan yang dimiliki Kabupaten Blora ini," tandasnya. (rs-infoblora | kontributor : Abdul Muiz)
Share this article :

1 komentar:

Unknown mengatakan...

sayange listrike juga ikut mati

 
Copyright © 2013. infoblora.id - All Rights Reserved