![]() |
| Rumah roboh kena angin kencang di Desa Tempellemahbang |
Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Satpol PP Blora, Ary Soesanto, kemarin mengatakan, pihaknya telah melakukan perekrutan dan pembekalan kepada seluruh tenaga relawan yang akan bersiaga hingga puncak musim hujan selesai.
Menurut dia, selama musim hujan berbagai bencana alam berpotensi terjadi di sejumlah daerah, termasuk wilayah Blora. Sedikitnya tiga bencana yang kerap mengancam yakni tanah longsor di daerah perbukitan antara lain Kecamatan Todanan, Japah, dan Bogorejo.
Selain itu bencana banjir juga mengintai di sejumlah daerah di sepanjang aliran Sungai Bengawan Solo, yakni Kecamatan Cepu, Kecamatan Kedungtuban dan Kecamatan Kradenan, serta terjangan puting beliung di daerah berlahan luas.
”Meskipun sudah ada 150 relawan penanggulangan bencana, namun kami masih membutuhkan beberapa tenaga relawan. Selain relawan rekrutan, biasanya kami juga dibantu organisasi-oraganisasi kemasyarakatan yang ikut menyiapkan relawan penanggulangan bencana,” katanya.
Selain menyiagakan sejumlah relawan, pihaknya juga berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan sejumlah Satuan Perangkat Pemerintah daerah (SKPD) terkait untuk mengantisipasi dan meminimalisir bencana di musim hujan.
Sebelumnya, pada Rabu (30/10) lalu belasan rumah warga dan ratusan batang pohon di Desa Tempellemahbang Kecamatan Jepon diterjang angin lisus sampai porak poranda. Bahkan kerugian materi atas bencana tersebut ditaksir mencapai Rp 222 juta.
Berdasarkan data yang dihimpun, tercatat dua rumah roboh akibat puting beliung, 11 rumah rusak berat, dan 15 rumah rusak ringan di Desa Tempellemahbang. Sedangkan di Kelurahan Jepon, dua rumah toko mebel rusak berat. (rs-infoblora | kontributor : Abdul Rochim-murianews.com)


1 komentar:
Saya ingin jadi relawan, caranya bagaimana ya?
Posting Komentar