![]() |
| AKSI DAMAI : Puluhan Dokter yang tergabung dalam IDI Blora kemarin menggelar aksi damai tolak kriminalisasi profesi kedokteran di depan RSU dr.R Soetijono Blora. (foto: ali) |
Aksi yang dipusatkan di depan Rumah Sakit Umum (RSU) Dr R Soetijono Blora itu sebagai bentuk solidaritas terhadap kasus yang menimpa Dr Dewa Ayu Sasiary Prawani Sp OG di Manado yang dalam menjalankan tugasnya dituntut secara hukum dikarenakan pasien yang ditanganinya meninggal dunia saat melakukan operasi.
Sebagaimana diketahui, Dr Ayu divonis hukuman 10 bulan penjara oleh majelis hakim Mahkamah Agung (MA) karena melanggar pasal 359 KUHP, belum lama ini.
Ketua IDI Cabang Blora, Dr. M. Jamil Muhlisin, MM, mengatakan, aksi tersebut sebagai bentuk keprihatinan dengan menyampaikan pernyataan maupun tindakan yang menyudutkan dokter.
"Karena dokter itu bekerja dengan penuh pengabdian, penuh tanggungjawab dan bertindak sesuai prosedur. Tetapi masyarakat terlalu menaruh harapan berlebihan kepada dokter, ketika kita tidak memenuhi harapan mereka, kita akan dikomplain" katanya.
Padahal, menurut Jamil, dokter juga manusia bukan malaikat. Karena itu, IDI Blora sangat menyesalkan kasus sejawat yang menimpa dokter di Manado.
"Pengharapan dan perlakuan yang diberikan kepada dokter masih tak sebanding dengan resiko dan tangung jawab yang dibebankan," imbuh Jamil.
Oleh karena itu, IDI Blora menyatakan dengan tegas, menolak secara tegas kriminalisasi terhadap dokter karena hal itu menjadi preseden buruk bagi dunia kedokteran di Indonesia.
"Ini akan menjadikan dokter menjadi ragu setiap menangani kasus-kasus emergensi," tegas Jamil.
Dia mengatakan, kasus yang menimpa dr. Ayu dan kawan-kawan di Manado itu dinilai tidak adil. Selain itu munculnya kasus tersebut menjadikan dokter selalu dihantui kriminalisasi.
"Tidak ada dokter yang ingin pasiennya kehilangan nyawa karena dokter memang dididik untuk mengatasi masalah sesama," ujarnya.
Aksi Solidaritas Para dokter Blora dalam aksinya juga menggelar doa bersama. Selain itu juga berjalan kaki menyusuri halaman dan jalan raya di depan rumah sakit milik Pemkab Blora tersebut sembari menabur bunga dan diakhiri dengan membubuhkan tanda tangan di selembar kain putih sebagai bentuk penolakan terhadap kriminalisasi kepada dokter.
Aksi solidaritas ini antara lain diikuti pula Kepala Dinas Kesehatan Blora, Dr Henny Indriyanti M Kes, serta Kepala RSU Dr Soetijono Blora, Dr Nugroho Adiwarso Sp OG.
‘’Kami sangat prihatin dengan berbagai pernyataan maupun tindakan yang menyudutkan dokter. Dokter bekerja dengan penuh pengabdian, penuh tanggungjawab dan bertindak sesuai prosedur,’’ tandas Dr M Jamil Muhlisin MM yang juga kepala Puskesmas Kunduran.
Kepala Dinkes Blora Dr Heny Indriyanti M Kes dalam orasinya menambahkan dokter bekerja dengan ilmu yang dimiliki. Selain itu juga harus sesuai dengan standar operasional yang telah ditentukan.
‘’Dokter itu selalu berupaya menyembuhkan pasien. Dokter tidak akan mencelakakan pasien,’’ tandasnya.
Kepala RSU Dr Soetijono Blora, Dr Nugroho Adiwarso Sp OG mengemukakan perlunya perlindungan hukum kepada dokter. Sehingga dokter dalam menjalankan tugasnya tidak ragu dan dibayangi ketakutan.
‘’Tugas dokter itu sangat berat. Tugas dokter dekat dengan kematian. Perlu adanya perlindungan hukum terhadap profesi dokter,’’ tegasnya.
Aksi damai yang berlangsung sekitar satu jam, mulai pukul 11 hingga 12 tersebut tidak sampai mengganggu pelayanan di rumah sakit. Pasalnya telah dilakukan antisipasi. Diantaranya tidak menyertakan dokter jaga. ( rs-infoblora | Abdul Muiz - Ali Mustofa )

Dear Dokter di Blora,
BalasHapusMari introspeksi diri dengan kondisi blora.
Banyak warga blora berobatnya keluar kabupaten.
Ada apa dengan RSU Blora??
Ada pegawe RSU blora prihatin dengan pelayanannya bahkan menganjurkan keluarganya yg sakit berobat ke luar kabupaten.
Banyak kejadian nyata klo warga blora lebih suka berobat ke RSU Purwodadi.
Ada apa dengan tenaga kesehatan blora? Ada apa dengan dokter2 di RSU Blora??
Tarif pungutan2 juga harusnya ditulis jelas dipapan pengumuman.
BalasHapusPungutan dipuskesmas mana aturannya??
Knapa warga mengeluh klo berobat ke RSU blora dirujuk ke RSU Permata (swasta).
Bukankah ini ada indikasi perbuatan jahat? Bahkan kejahatan sistemik.
Mari perbaiki moral para oknum2 yang tidak baik.
Salam hormat saya untuk dokter2 yang masih bermoral baik, karena tidak semua nya jahat.
saat ini RSU Blora bukan lagi dipercaya masyarakat tapi sudah tidak dipercaya,menurut saya RSUD Blora seperti Puskesmas Besar melainkan Rumah Sakit pada umumnya...dan yang mana ada duit nya duluan itu yang di tangani.
BalasHapus