![]() |
| LATIHAN : Walau dalam keterbatasan alat, para atlet panahan Blora tetap menjalani latihan rutin di lapangan Perpani Blora |
Pelatih panahan Blora, Winartono saat ini mengaku terkendala dengan ketersediaan peralatan yang layak untuk digunakan. ”Ya sebernarnya kami memiliki peralatan sesuai dengan atlet yang kita miliki sebanyak 30 orang. Namun, peralatan tersebut hanya bisa digunakan hanya 20 saja," katanya.
Ia menyebutkan, untuk membeli peralatan jelas belum bisa dilakukannya. Sebab harga peralatan untuk memanah tersebut saat ini harganya cukup mahal. Sehingga pihaknya harus memberlakukan giliran mempergunakan peralatan yang layak para anak-anak asuhnya.
”Kemudian, panah juga kalau rusak tidak bisa memperbaiki sendiri, kami harus memperbaikinya ke Solo atau ke Klaten. Harapannya KONI bisa membantu peralatan. Karena peralatan ini yang utama dan yang sangat menentukan. Mengingat kebanyakan peralatan yang digunakan saat ini usianya sudah mencapai 5-10 tahun yang lalu,” ungkapnya.
Kendala tersebut harus segera diatasi dengan adanya peralatan yang baru sehingga meningkatkan kemampuan para atlet dalam mengikuti latihan terutama saat mengikuti turnamen. Terlebih saat ini ada dua atlet Blora yang diproyeksikan berlaga pada ajang PON.
”Mereka peraih emas pada ajang Porprov kemarin yakni Arya Wibowo dan Norika Wulandari untuk total jarak dan beregu putri serta tradisional akan diproyeksikan mengikuti PON 2016,” ujarnya.
Dengan semangat keduanya tidak menutup kemungkinan akan terlahir jawara serupa asal Blora yang siap menyusul keduanya. Lebih lanjut untuk kedua pemain asal Blora tersebut memiliki keunggulan pada jarak yang cukup diperhitungkan.
”Baik Arya maupun Norika Wulandari untuk tingkat Jawa Tengah mereka cukup mumpuni dan berani bersaing dengan atlet lainnya,” imbuhnya. (rs-infoblora | kontributor : Kholidin/Supriyadi Murianews.com)


0 komentar:
Posting Komentar