![]() |
| Ilustrasi dana tunjangan profesi guru yang seharusnya sudah cair ternyata belum bisa dicairkan karena APBD belum ditetapkan. (rs-infoblora) |
BLORA. Meski sejak 9 April 2014
telah ada instruksi dari pemerintah pusat terkait pencairan dana
tunjangan profesional atau sertifikasi guru namun guru di Blora belum
akan bisa menikmati dana tersebut dalam waktu dekat ini. Pasalnya hingga
kini APBD 2014 belum ditetapkan.
‘’APBD belum ditetapkan, berarti dananya belum bisa cair,’’ ujar
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Blora Achmad
Wardoyo melalui Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK)
Sunaryo, Selasa (15/4) kemarin.
Menurut Surnaryo, nominal dana tunjangan sesuai Peraturan Menteri
Keuangan (PMK) untuk Kabupaten Blora mencapai Rp 246 miliar. ‘’Dana
tersebut guna pembayaran tunjangan triwulan pertama 2014 dan tunggakan
pembayaran dua bulan di tahun 2012,’’ katanya.
Dia menjelaskan sebelum dicairkan dan diterima guru yang berhak
mendapatnya, dana yang bersumber dari APBN tersebut terlebih dahulu
dianggarkan dalam APBD kabupaten. Padahal hingga saat ini proses
pembahasan APBD Blora masih berlum berlangsung di DPRD.
Pemkab dan DPRD Blora baru menandatangani kesepakatan bersama
Kebijakan Umum Anggaran dan Plapon Prioritas Anggaran Sementara (KUA
PPAS) RAPBD pada Jumat (4/4). KUA PPAS merupakan landasan penyusunan
RAPBD. ‘’Jika APBD sudah ditetapkan, tunjangan profesi guru bisa
dicairkan,’’ tandas Sunaryo.
Bupati Djoko Nugroho mengemukakan kesejahteraan para guru mulai
meningkat seiring adanya tunjangan sertifikasi. Bahkan di setiap acara
yang melibatkan guru, halaman parkir dipenuhi mobil milik para guru. ‘’Itu menunjukan kesejahteraan guru meningkat. Sudah bisa beli mobil. Ini membuat saya senang,’’ katanya.
Hanya saja Djoko Nugroho mengingatkan tunjangan sertifikasi hendaknya
dipakai untuk memenuhi kebutuhan bukan keinginan. Sebab menurutnya
keinginan tak akan pernah habis bahkan cenderung menghamburkan dana yang
diperoleh.
‘’Bukannya malah senang mendapat dana sertifikasi namun hutang malah
menumpuk. Itu karena bukan kebutuhan yang dipenuhi tapi keinginan,’’
tandasnya. Bupati pun berharap dana tunjangan profesi atau sertifikasi guru tahun ini bisa segera dicairkan. (rs-infoblora | abdul muiz)


0 komentar:
Posting Komentar